Berita  

Sekotong Lombok Barat Diterjang Banjir, Ratusan Rumah Terendam

Banjir Bandang di Sekotong: Satu Rumah Hanyut, Warga Dievakuasi

Lombok Barat, NTB – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, pada Selasa (13/1/2026), mengakibatkan bencana banjir bandang. Luapan debit air sungai yang tidak terkendali merendam ratusan rumah warga di berbagai desa, menyebabkan kerugian materiil yang signifikan hingga menelan satu korban jiwa.

Kondisi geografis Sekotong yang dikelilingi perbukitan membuat aliran air hujan mengalir deras menuju pemukiman di dataran rendah. Pihak kepolisian bersama tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Basarnas segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan monitoring intensif guna memastikan keselamatan warga di tengah ancaman bencana hidrometeorologi ini.

Kronologi Peningkatan Debit Air di Wilayah Sekotong

Berdasarkan laporan di lapangan, hujan lebat mulai membasahi wilayah Sekotong secara bertahap namun merata. Di Desa Buwun Mas, awan mendung tebal mulai mencurahkan hujan deras sejak pukul 15.00 WITA. Intensitas hujan semakin meningkat tajam di wilayah Desa Sekotong Tengah dan sekitarnya pada pukul 18.30 WITA, yang memicu kenaikan drastis volume air sungai.

Sistem drainase yang ada tidak lagi mampu menampung debit air yang datang secara tiba-tiba dari wilayah hulu. Anggota jaga Polsek Sekotong mulai melaksanakan pemantauan intensif di titik-titik rawan pada pukul 19.00 WITA. Berdasarkan pengamatan visual, genangan air yang merangsek ke pemukiman warga rata-rata mencapai ketinggian lutut orang dewasa, bahkan di beberapa titik cekungan, air tercatat mencapai setinggi dada.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., mengonfirmasi bahwa seluruh personel telah disiagakan untuk memitigasi dampak banjir agar tidak semakin meluas. Pihaknya berkoordinasi erat dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif.

“Kami dari Polsek Sekotong bersama jajaran Sat Samapta Polres Lombok Barat terus melakukan monitoring dan pengecekan debit air secara berkala untuk memastikan langkah penanganan yang tepat bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat memberikan keterangan resmi di lokasi kejadian.

Sebaran Wilayah Terdampak Banjir di Kecamatan Sekotong

Dampak luapan air sungai ini tersebar di belasan dusun yang berada di beberapa desa serta desa persiapan. Di Desa Buwun Mas, pemukiman di Dusun Kemanuk terendam setinggi lutut, sementara kondisi yang lebih memprihatinkan terjadi di Dusun Bengkang dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa, memaksa warga untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Situasi serupa juga melanda Desa Persiapan Blongas, khususnya di Dusun Sauh, di mana genangan air setinggi paha orang dewasa masuk ke dalam rumah-rumah penduduk. Desa Taman Baru tercatat sebagai wilayah dengan titik terdampak paling banyak, meliputi Dusun Kelep, Eyat Pace, Repuk Gapuk, Batu Putih, dan Gelumpang, yang seluruhnya terendam air setinggi lutut.

Tidak luput dari terjangan banjir, pusat kecamatan di Desa Sekotong Tengah juga mengalami dampak serius. Luapan air menggenangi Dusun Sekotong I, Sekotong II, dan Eyat Juring. Sementara itu, di Desa Persiapan Empol, genangan air terpantau merendam pemukiman di Dusun Empol Timur. Menurut Iptu I Ketut Suriarta, tingginya debit air ini murni disebabkan oleh faktor alam akibat durasi hujan lebat yang berlangsung selama berjam-jam tanpa henti.

Jatuhnya Korban Jiwa dan Kerugian Materiil yang Signifikan

Bencana ini membawa kabar duka dengan adanya satu korban jiwa yang terkonfirmasi di Dusun Sauh, Desa Persiapan Blongas. Otoritas setempat menyatakan bahwa korban tidak sempat menyelamatkan diri saat arus air mulai meninggi. Hingga saat ini, jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan disemayamkan di rumah duka sembari menunggu proses pemakaman oleh pihak keluarga.

Selain korban jiwa, kekuatan arus banjir juga menghanyutkan satu unit rumah warga di Dusun Bengkang, Desa Buwun Mas. Rumah permanen tersebut tersapu arus deras sungai yang meluap hingga menyisakan puing-puing. Namun, petugas memastikan bahwa rumah tersebut dalam keadaan kosong saat kejadian berlangsung.

“Terdapat satu unit rumah di Dusun Bengkang yang hanyut terbawa banjir. Namun, berdasarkan pengecekan kami di lapangan, rumah tersebut sudah lama tidak berpenghuni karena pemiliknya sudah meninggal dunia, sehingga dipastikan tidak ada korban tambahan dari kejadian rumah hanyut tersebut,” jelas Iptu I Ketut Suriarta menekankan kondisi di lapangan.

Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat Tim Gabungan

Merespons situasi yang kian kritis, operasi penanganan darurat dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Lombok Barat bersama Kasat Samapta Polres Lombok Barat dan Kapolsek Sekotong. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, BPBD, dan Basarnas Kabupaten Lombok Barat menyusuri jalan-jalan protokol dan gang-gang sempit yang terendam untuk mengevakuasi warga yang terjebak, terutama lansia dan anak-anak.

Petugas di lapangan juga membantu masyarakat menyelamatkan barang-barang berharga serta kendaraan bermotor ke area yang lebih aman. Meski saat ini air dilaporkan mulai berangsur surut di beberapa titik, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan susulan masih sangat tinggi di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan segera mengamankan diri serta barang berharga jika melihat tanda-tanda debit air kembali naik. Saat ini, air mulai berangsur surut, namun personel kami tetap siaga di lokasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memberikan bantuan logistik awal bagi warga terdampak,” pungkas Iptu I Ketut Suriarta menutup penjelasannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *