Sektor pertanian terus menjadi tumpuan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tingkat pedesaan. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, langkah optimalisasi lahan pertanian jagung kini menjadi fokus utama. Kepolisian Resor Lombok Barat melalui jajaran Polsek Labuapi secara konsisten mengawal produktivitas lahan milik warga. Upaya ini diwujudkan melalui pendampingan intensif yang dilakukan oleh personel Bhabinkamtibmas di tengah hamparan ladang jagung masyarakat.
Sinergi Bhabinkamtibmas dan Petani di Desa Karang Bongkot
Pada Rabu (25/2/2026), suasana di area persawahan Desa Karang Bongkot tampak berbeda. Personel Bhabinkamtibmas setempat terjun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan sambang dialogis. Mengenakan seragam dinas lengkap, petugas tidak ragu untuk menyusuri pematang sawah dan berinteraksi langsung dengan para petani yang sedang merawat tanaman mereka. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bagian dari strategi optimalisasi lahan pertanian jagung agar mampu memberikan hasil panen yang maksimal.
Dalam dokumentasi yang dihimpun, terlihat komunikasi dua arah yang hangat antara petugas kepolisian dengan warga. Sambil melakukan pengecekan kualitas tanaman jagung yang sedang memasuki masa pertumbuhan, Bhabinkamtibmas memberikan motivasi serta edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap jengkal tanah yang ada di desa dapat dikelola dengan efisien guna mendukung ketersediaan pangan di tingkat lokal.
Komitmen Kepolisian dalam Ketahanan Pangan Nasional
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di sektor pertanian adalah instruksi langsung untuk mendukung kemandirian pangan. Pihaknya memandang bahwa stabilitas keamanan berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat, yang salah satu indikatornya adalah kecukupan pangan melalui optimalisasi lahan pertanian jagung yang tepat guna.
“Kegiatan sambang dialogis ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan program ketahanan pangan pemerintah berjalan hingga ke tingkat desa. Kami ingin memastikan bahwa para petani merasa didampingi dan didukung dalam mengelola lahan mereka,” ujar Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, saat memberikan keterangan resminya.
Beliau menambahkan bahwa peran Bhabinkamtibmas di lapangan sangat krusial sebagai jembatan informasi. “Melalui personel di lapangan, kami memberikan dorongan agar masyarakat lebih aktif dalam optimalisasi lahan pertanian jagung. Harapannya, dengan pendampingan yang rutin, kendala-kendala yang dihadapi petani dapat terdeteksi lebih dini, sehingga target swasembada pangan di Desa Karang Bongkot dapat segera tercapai,” imbuhnya.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Melalui Sektor Agraria
Pentingnya kemandirian pangan ditekankan sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan desa. Dengan lahan jagung yang terkelola dengan baik, masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi pribadi, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan melalui penjualan hasil panen yang berkualitas. Hal ini diharapkan dapat memutus rantai ketergantungan pangan dari luar daerah dan memperkuat fundamental ekonomi desa.
Selain memberikan dukungan teknis dan moril, kehadiran polisi di tengah ladang juga memiliki fungsi preventif. Petugas memastikan situasi keamanan di area pertanian tetap kondusif, mencegah terjadinya tindak kriminalitas seperti pencurian hasil bumi atau sengketa lahan yang dapat mengganggu produktivitas para petani. Rasa aman yang tercipta memungkinkan para pekerja di sektor agraria ini untuk fokus sepenuhnya pada perawatan tanaman mereka demi mendukung optimalisasi lahan pertanian jagung yang berkelanjutan.
Harapan Besar untuk Kesejahteraan Warga Desa
Hingga saat ini, kegiatan pendampingan ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Labuapi, khususnya di Desa Karang Bongkot, terus diintensifkan. Kepolisian berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis bagi para petani. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan kelompok tani menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan krisis pangan global yang mungkin terjadi di masa depan.
Melalui konsistensi dalam melakukan optimalisasi lahan pertanian jagung, diharapkan kesejahteraan warga desa dapat meningkat secara signifikan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat, mulai dari pusat hingga pelosok ladang, demi memastikan kedaulatan pangan nasional tetap terjaga dengan kokoh.












