Aksi Cepat Aparat Redam Perang Mercon Mataram

Mataram, NTB – Suasana pagi yang seharusnya tenang di Jalan Swasembada, Lingkungan Indah, Kelurahan Kekalik Jaya,16 Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, mendadak ricuh akibat aksi perang mercon yang melibatkan sejumlah remaja dari berbagai lingkungan di Kota Mataram, pukul 05.30 WITA, Minggu (1/3/2026).

 

Melihat situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Kekalik Jaya, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan Serda Ilham Wahyudi, bergerak cepat melakukan monitoring sekaligus pembubaran. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga kenyamanan warga yang tengah beristirahat maupun memulai aktivitas pagi.

 

Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama Lurah Kekalik Jaya H. Syafruddin, Lurah Tanjung Karang H. Gunawan, Babinsa Tanjung Karang Serka I Made Yuntara, Babinkamtibmas Tanjung Karang, Babinkamtibmas Kekalik Jaya Aipda I Gusti Ngurah Agung, para Kepala Lingkungan serta unsur Linmas Kelurahan Kekalik Jaya.

 

Aksi perang mercon yang dilakukan para remaja tersebut tidak hanya menimbulkan kebisingan, namun juga berisiko membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan. Sejumlah warga sekitar mengaku resah karena dentuman keras terjadi berulang kali saat waktu subuh.

 

“Kami tidak ingin ada korban ataupun kerugian. Ini murni demi keselamatan bersama,” ujar Serda Ilham Wahyudi di sela kegiatan pengamanan.

 

“Langkah tegas namun humanis diterapkan. Para pelaku perang mercon dibubarkan, dan apabila ada yang tertangkap, langsung dipanggil orang tuanya untuk diberikan pembinaan dan nasihat agar tidak mengulangi perbuatannya,” tambahnya.

 

Senada dengan Babinsa, Lurah Kekalik Jaya H. Syafruddin, menjelaskan, “Pendekatan persuasif ini diutamakan sebagai bentuk edukasi dan pencegahan dini terhadap kenakalan remaja,” Ucapanya.

 

“Sinergi TNI-Polri bersama pemerintah kelurahan membuktikan bahwa kolaborasi aparat dan masyarakat menjadi kunci utama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” tegasnya.

 

Upaya ini sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama di waktu rawan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *