Berita  

Polantas Menyapa Sasar Panti Asuhan di Lombok Barat

Edukasi Tertib Lalu Lintas Ramadhan di Desa Perempuan Barat

Lombok Barat, NTB – Memasuki momentum bulan suci Ramadhan 1447 H, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Lombok Barat semakin intensif melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat untuk menanamkan budaya tertib berlalulintas. Upaya ini diwujudkan melalui program “Polantas Menyapa” yang menyasar berbagai elemen warga guna menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) yang kondusif di wilayah hukum setempat.

Pada Sabtu sore, 28 Februari 2026, personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Sat Lantas Polres Lombok Barat melaksanakan kegiatan tersebut dengan mengunjungi Yayasan Panti Asuhan Al Mursyid. Lokasi yang terletak di Dusun Karang Bayan, Desa Perempuan Barat, Kecamatan Labuapi ini menjadi titik fokus edukasi bagi masyarakat sekitar serta generasi muda dalam upaya menekan angka pelanggaran lalu lintas menjelang waktu berbuka puasa.

Edukasi Humanis di Lingkungan Masyarakat

Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Lombok Barat, Ipda Supriadi Saputra. Kehadiran petugas berseragam di tengah pemukiman warga ini tidak hanya sekadar melakukan pengawasan, namun lebih menekankan pada Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas). Pola pendekatan yang humanis ini diharapkan mampu menyentuh kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin dan tertib berlalulintas saat berkendara di jalan raya.

Dalam pelaksanaannya, petugas berinteraksi langsung dengan warga dan pengurus panti asuhan untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan. Fokus utama dari sosialisasi ini adalah mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan prioritas. Mengingat mobilitas warga cenderung meningkat menjelang waktu berbuka (ngabuburit), potensi terjadinya gesekan atau kecelakaan di jalan raya juga menjadi perhatian serius pihak kepolisian.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa program Polantas Menyapa merupakan bentuk kehadiran Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami melaksanakan giat Polantas Menyapa ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara dan membiasakan budaya tertib berlalulintas sejak dini. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polantas dirasakan sebagai pelindung dan pengayom, terutama dalam menyambut bulan penuh berkah ini,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya dalam pernyataan resminya.

Mengantisipasi Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas

Selain memberikan edukasi mengenai penggunaan helm standar (SNI) dan kelengkapan surat kendaraan, petugas juga memberikan imbauan khusus kepada para pemuda di Desa Perempuan Barat. Fenomena balap liar yang kerap muncul pada sore hari selama bulan Ramadhan menjadi perhatian khusus Unit Kamsel karena sangat bertolak belakang dengan prinsip tertib berlalulintas. Petugas secara tegas namun persuasif meminta para remaja untuk tidak melakukan aksi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain tersebut.

Iptu Anton menambahkan bahwa aktivitas balap liar tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga sangat mengganggu kenyamanan warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. Oleh karena itu, melalui Polantas Menyapa, pihak kepolisian merangkul tokoh masyarakat dan orang tua agar turut serta mengawasi putra-putri mereka agar tetap berperilaku santun di jalan.

“Kami menghimbau para pemuda untuk tidak melakukan balap liar atau menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (brong). Tujuannya jelas, yakni demi terciptanya Kamseltibcar Lantas di wilayah hukum Polres Lombok Barat agar masyarakat dapat merasakan situasi yang aman, nyaman, dan khusyuk selama menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan 1447 H,” tambah Kasat Lantas.

Komitmen Menciptakan Ramadhan yang Kondusif

Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang waktu berbuka ini mendapatkan respon positif dari pengurus Yayasan Panti Asuhan Al Mursyid serta warga sekitar. Dialog dua arah yang tercipta memungkinkan warga untuk menyampaikan keluhan terkait kondisi lalu lintas di lingkungan mereka, yang kemudian langsung direspon oleh petugas dengan pemberian solusi edukatif.

Program Polantas Menyapa ini rencananya akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan di titik-titik keramaian lainnya di Kabupaten Lombok Barat. Dengan adanya sosialisasi yang masif, diharapkan kesadaran untuk tertib berlalulintas bukan lagi menjadi sebuah keterpaksaan karena takut akan sanksi tilang, melainkan menjadi sebuah kesadaran kolektif demi keselamatan bersama di jalan raya.

Menutup keterangannya, Iptu Anton menekankan bahwa kunci utama dari keselamatan berlalu lintas adalah kedisiplinan individu. Ia berharap melalui edukasi di Desa Perempuan Barat ini, angka kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga masyarakat bisa merayakan hari raya mendatang dengan penuh suka cita tanpa ada duka akibat tragedi di jalan raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *