Berita  

Polri Dampingi Petani Bagik Polak Barat Perkuat Ketahanan Pangan

Bhabinkamtibmas Labuapi Terjun ke Kebun Jagung Bantu Petani Lokal

Lombok Barat, NTB – Upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional kini tidak hanya bertumpu pada kebijakan pusat, namun juga memerlukan aksi nyata di tingkat akar rumput. Di Kabupaten Lombok Barat, komitmen ini diwujudkan melalui pendampingan intensif yang dilakukan oleh jajaran kepolisian terhadap sektor pertanian lokal. Langkah konkret tersebut terlihat jelas dalam aktivitas personel Bhabinkamtibmas Desa Bagik Polak Barat yang terjun langsung ke tengah masyarakat untuk memastikan produktivitas lahan tetap terjaga.

Langkah ini sejalan dengan program strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Kehadiran aparat kepolisian di tengah persawahan bukan sekadar bentuk pengamanan, melainkan peran aktif sebagai motivator dan penggerak ekonomi desa. Melalui interaksi langsung, Polri berupaya menjembatani kendala teknis yang dihadapi petani sekaligus memberikan semangat agar pemanfaatan lahan dilakukan secara optimal.

Pendampingan Langsung di Lahan Pertanian Dusun Jogot

Pada Rabu (4/3), suasana di Dusun Jogot, Desa Bagik Polak Barat, tampak berbeda dengan kehadiran personel Bhabinkamtibmas yang membaur bersama para petani. Petugas tidak ragu untuk turun ke area perkebunan jagung yang sedang dalam masa pertumbuhan subur. Dalam kegiatan sambang desa tersebut, petugas terlihat aktif membantu warga melakukan perawatan tanaman, mulai dari pembersihan gulma menggunakan sabit hingga memberikan arahan mengenai tata cara pemeliharaan yang efektif.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para petani agar lebih tekun dalam mengelola aset pertanian mereka. Selain membantu proses fisik di lapangan, petugas juga melakukan pemantauan terhadap ketersediaan sarana produksi pertanian, salah satunya adalah pupuk. Pemantauan proses penyiapan pupuk subsidi oleh warga menjadi agenda penting guna memastikan nutrisi tanaman tercukupi sehingga hasil panen nantinya memiliki kualitas yang kompetitif di pasar.

Komitmen Polri dalam Mengawal Program Strategis Nasional

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas saat ini telah bertransformasi menjadi mitra strategis masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk ketahanan pangan. Menurutnya, stabilitas keamanan wilayah sangat berkaitan erat dengan kesejahteraan ekonomi dan ketersediaan pangan yang memadai.

Dalam keterangannya, Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menyampaikan bahwa kreativitas warga dalam mengelola lahan adalah kunci utama. Beliau menekankan pentingnya memaksimalkan setiap jengkal tanah yang tersedia, baik itu lahan persawahan yang luas maupun pekarangan rumah yang selama ini mungkin belum tergarap dengan maksimal.

“Kami mendorong masyarakat untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan potensi lahan yang ada. Kreativitas warga dalam memanfaatkan setiap jengkal tanah, baik lahan pekarangan maupun areal persawahan yang luas, merupakan kunci keberhasilan program swasembada pangan nasional,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa saat memberikan keterangan terkait kegiatan tersebut.

Beliau juga menambahkan bahwa pendampingan ini akan dilakukan secara konsisten agar para petani merasa didukung sepenuhnya oleh negara. Dengan adanya pengawalan dari pihak kepolisian, diharapkan distribusi bantuan pertanian seperti pupuk subsidi dapat tepat sasaran dan meminimalisir kendala di lapangan yang dapat menghambat produktivitas.

Dampak Ekonomi dan Kedaulatan Pangan Desa

Melalui sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan masyarakat agraris di Dusun Jogot, Polri berharap kedaulatan pangan nasional dapat terwujud mulai dari level terkecil. Keberhasilan swasembada pangan di tingkat desa akan memberikan dampak domino terhadap stabilitas ekonomi daerah. Jika kebutuhan pangan mandiri terpenuhi, maka ketergantungan terhadap pasokan luar daerah dapat dikurangi, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan riil para petani lokal.

Diharapkan dengan pendampingan yang intensif ini, masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga secara mandiri, tetapi juga dapat meningkatkan skala produksi untuk tujuan komersial. Peningkatan hasil produktivitas pertanian secara otomatis akan memperkuat ketahanan ekonomi desa dan menciptakan kemandirian yang berkelanjutan.

Kegiatan sambang desa dan aksi nyata di Dusun Jogot ini merupakan bukti nyata bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat petani dalam membangun negeri. Melalui peluh dan kerja keras di ladang jagung, semangat kolaborasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Lombok Barat untuk terus berinovasi demi masa depan pangan Indonesia yang lebih cerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *