Berita  

Upaya Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional di Desa

Upaya Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional di Desa
Upaya Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional di Desa

Lombok Barat, NTB – Ketahanan pangan nasional kini bukan sekadar wacana di tingkat pusat, melainkan telah menjadi gerakan nyata yang menyentuh hingga ke pelosok desa. Di wilayah hukum Polres Lombok Barat, upaya memperkuat kedaulatan pangan ini diimplementasikan melalui pendampingan intensif oleh jajaran kepolisian terhadap para petani lokal. Langkah konkret tersebut terlihat jelas di Dusun Jogot, Desa Bagik Polak Barat, di mana personel kepolisian hadir langsung di tengah masyarakat tani untuk memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga dengan optimal.

Kehadiran sosok berbaju cokelat di area persawahan dan ladang jagung bukan lagi pemandangan asing bagi warga setempat. Pada Jumat (13/03/2026), personel Bhabinkamtibmas Desa Bagik Polak Barat melakukan aksi nyata dengan mendampingi proses pengolahan dan penanganan hasil panen warga. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dorongan moral sekaligus memastikan program swasembada pangan pemerintah dapat terakselerasi dengan baik di tingkat akar rumput.

Peran Strategis Polri dalam Ketahanan Pangan Desa

Keterlibatan kepolisian dalam sektor pertanian merupakan bentuk transformasi peran Polri yang tidak hanya fokus pada aspek keamanan (harkamtibmas), tetapi juga pada penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan turun langsung ke ladang, personel Bhabinkamtibmas bertindak sebagai jembatan komunikasi antara program pemerintah dengan kebutuhan riil para petani di lapangan. Hal ini penting untuk memetakan kendala yang dihadapi petani serta memberikan motivasi agar pemanfaatan lahan dilakukan secara maksimal.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa pendampingan ini adalah bagian dari instruksi pimpinan untuk mendukung kedaulatan pangan nasional. Menurutnya, stabilitas sosial suatu wilayah sangat bergantung pada kemandirian pangannya, sehingga Polri merasa perlu hadir untuk memberikan rasa aman dan dukungan bagi para pejuang pangan di desa.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret kami dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Kami ingin memastikan bahwa para petani di Dusun Jogot dan wilayah Desa Bagik Polak Barat pada umumnya merasa didukung sepenuhnya. Personel kami di lapangan tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga ikut membantu proses penanganan pascapanen agar semangat kerja masyarakat tani terus meningkat,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.

Edukasi dan Motivasi di Tengah Ladang Jagung

Dalam interaksi yang berlangsung hangat di bawah terik matahari Dusun Jogot, personel Bhabinkamtibmas tidak segan untuk ikut berkotor ria membantu warga. Sambil memilah hasil panen, petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya konsistensi dalam mengelola lahan pertanian. Fokus utamanya adalah mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan lahan tidur, melainkan mengoptimalkannya dengan tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Selain lahan persawahan yang luas, kepolisian juga mendorong warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri. Melalui pendekatan persuasif, diharapkan masyarakat bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan harian, yang pada akhirnya akan memperkuat struktur ekonomi di Desa Bagik Polak Barat. Edukasi ini menjadi krusial mengingat fluktuasi harga komoditas pangan seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi kesejahteraan petani.

Kehadiran petugas di tengah ladang ini terbukti efektif dalam meningkatkan moral para petani. Rasa kepedulian yang ditunjukkan oleh Polri menciptakan kedekatan emosional, sehingga pesan-pesan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat lebih mudah diterima oleh warga. Harmonisasi antara petugas dan petani ini menjadi modal sosial yang kuat dalam membangun desa yang tangguh secara ekonomi maupun keamanan.

Menuju Kemandirian Pangan Berkelanjutan

Upaya pendampingan yang dilakukan oleh Polsek Labuapi melalui unit Bhabinkamtibmas ini direncanakan akan menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan prosedur tetap kepolisian dalam menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan ekonomi. Dengan terjaganya ketersediaan pangan di tingkat desa, maka potensi konflik sosial akibat kelangkaan bahan pokok dapat diminimalisir sedini mungkin.

Pihak kepolisian berharap melalui komunikasi yang intensif dan aksi nyata seperti yang dilakukan di Dusun Jogot, sinergi antara Polri dan masyarakat tani akan semakin solid. Keberhasilan program swasembada pangan di tingkat desa ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kabupaten Lombok Barat, sekaligus menjadi fondasi yang kokoh bagi tercapainya kedaulatan pangan nasional di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *