Berita  

Polri Turun ke Ladang, Kawal Panen Raya Jagung 5 Ton di Sekotong demi Ketahanan Pangan Nasional

Polri Turun ke Ladang, Kawal Panen Raya Jagung 5 Ton di Sekotong demi Ketahanan Pangan Nasional
Polri Turun ke Ladang, Kawal Panen Raya Jagung 5 Ton di Sekotong demi Ketahanan Pangan Nasional

Lombok Barat, NTB – Kepolisian Resor Lombok Barat terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengawal program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Langkah ini diwujudkan melalui pendampingan intensif kepada para petani lokal guna memastikan produktivitas sektor pertanian tetap terjaga dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di tingkat desa.

Pada Senin, 30 Maret 2026, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong turun langsung ke lapangan untuk membantu proses panen raya jagung di Dusun Berami, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong. Kegiatan ini bukan sekadar bantuan tenaga, melainkan bagian dari strategi pengawasan dan pendampingan rutin untuk memantau stabilitas pangan di wilayah hukum Polres Lombok Barat.

Kolaborasi di Lahan Produktif Desa Persiapan Pengantap

Kegiatan panen raya kali ini terfokus pada lahan seluas 1 hektare milik seorang warga binaan bernama Nurisah. Di lahan yang terletak di area perbukitan tersebut, varietas jagung jenis NK Sumo berhasil tumbuh dengan maksimal. Berdasarkan pemantauan visual di lokasi, petugas kepolisian bersama anggota Kelompok Tani “Satu Hati” bahu-membahu memetik tongkol jagung yang telah memasuki masa panen optimal.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah lahan pertanian merupakan representasi negara dalam mendukung kesejahteraan petani. Menurutnya, pendampingan ini adalah tugas prioritas untuk memastikan rantai produksi pangan tidak terhambat oleh kendala teknis maupun keamanan.

“Kami melalui personel pendamping desa, AIPDA Teguh Martanto, secara konsisten memantau perkembangan pertanian warga. Pada panen raya di Desa Persiapan Pengantap ini, tercatat hasil produksi mencapai 5 ton jagung. Angka ini merupakan capaian yang sangat positif bagi ketahanan ekonomi keluarga petani di wilayah Sekotong,” ujar Iptu I Ketut Suriarta dalam keterangan resminya.

Optimalisasi Hasil Produksi Varietas NK Sumo

Keberhasilan panen kali ini tidak lepas dari pemilihan varietas jagung yang tepat dan perawatan yang konsisten. Varietas NK Sumo dikenal memiliki ketahanan yang baik terhadap cuaca dan potensi hasil yang tinggi, sehingga sangat cocok dengan karakteristik lahan di Dusun Berami yang cenderung berbukit. Dengan hasil mencapai 5 ton dari luas 1 hektare, produktivitas petani di wilayah ini dinilai berada pada tren yang meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Selama proses pendampingan, AIPDA Teguh Martanto tidak hanya membantu mengumpulkan hasil panen, tetapi juga melakukan dialog interaktif dengan para anggota kelompok tani. Komunikasi dua arah ini penting untuk menyerap aspirasi petani mengenai kendala pasca-panen, mulai dari akses alat mesin pertanian hingga tantangan dalam proses pengeringan hasil bumi.

Selain itu, kehadiran Polri di lapangan bertujuan untuk memastikan bahwa hasil panen para petani lokal dapat terdata dengan akurat. Data ini nantinya menjadi rujukan penting bagi instansi terkait dalam memetakan potensi pangan daerah serta menentukan kebijakan distribusi pangan ke depan.

Menjaga Stabilitas Harga dan Kualitas Pasca-Panen

Salah satu tantangan besar yang dihadapi petani setelah masa panen adalah fluktuasi harga di pasar lokal. Berdasarkan laporan di lapangan, saat ini hasil panen sebanyak 5 ton tersebut masih tersimpan di gudang milik petani dan belum dilepas ke pasaran. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk menunggu momentum harga yang lebih stabil dan menguntungkan bagi produsen.

Iptu I Ketut Suriarta memberikan saran edukatif kepada para petani agar tidak terburu-buru menjual hasil panen jika harga di tingkat pengepul belum sesuai dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan. Pihak kepolisian mendorong petani untuk memperhatikan kualitas penyimpanan agar jagung tetap kering dan terhindar dari jamur, sehingga nilai jualnya tetap tinggi saat dipasarkan nantinya.

“Kami menyarankan kepada Saudari Nurisah dan rekan-rekan kelompok tani lainnya untuk menjaga kualitas penyimpanan jagung mereka. Keamanan hasil panen juga menjadi atensi kami, agar jerih payah petani selama berbulan-bulan tidak terganggu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami ingin memastikan momentum panen ini benar-benar membawa kesejahteraan ekonomi bagi warga,” tambah Iptu I Ketut Suriarta.

Komitmen Berkelanjutan untuk Swasembada Pangan

Rangkaian kegiatan pendampingan yang berlangsung di minggu keempat bulan Maret ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Polsek Sekotong menegaskan bahwa pengawalan terhadap sektor pertanian akan terus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tahap penanaman, pemupukan, hingga masa panen selesai.

Dukungan penuh dari jajaran kepolisian ini merupakan bentuk implementasi dari visi besar pemerintah dalam mencapai swasembada pangan nasional. Dengan adanya pengawasan langsung dari aparat penegak hukum, diharapkan setiap hambatan yang dihadapi petani dapat segera dicarikan solusi secara kolektif, sehingga produktivitas lahan di wilayah Sekotong dan sekitarnya terus meningkat setiap tahunnya.

Ke depan, Polsek Sekotong berencana untuk memperluas jangkauan pendampingan tidak hanya pada komoditas jagung, tetapi juga pada sektor peternakan dan perikanan yang menjadi potensi unggulan lainnya di wilayah Lombok Barat. Langkah proaktif ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang tangguh dari tingkat desa hingga nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *