LOMBOK BARAT – Dalam upaya memperkuat sistem keamanan wilayah dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, Polres Lombok Barat melalui Satuan Samapta terus mengintensifkan kehadiran Polri di tengah-tengah publik. Pada Kamis (23/4/2026), jajaran Unit Patroli Samapta menggelar kegiatan patroli preventif sekaligus sosialisasi masif mengenai inovasi layanan darurat yang dikenal dengan sebutan KEMOS (Kecepatan Melayani SOS) 110.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons proaktif kepolisian dalam memetakan potensi kerawanan di titik-titik vital, salah satunya di kawasan strategis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.50 WITA tersebut menyasar masyarakat umum, petugas keamanan, serta para pengendara yang tengah mengantre bahan bakar.
Memperkuat Keamanan di Objek Vital Nasional
Kegiatan patroli dialogis ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan strategi preventif untuk menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Lombok Barat. Personel Sat Samapta melakukan pengawasan ketat di area SPBU guna memastikan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan tanpa gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kehadiran petugas berseragam di lokasi-lokasi padat aktivitas diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana, seperti pencurian dengan kekerasan (curas) maupun pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Selama bertugas, personel kepolisian tidak hanya memantau situasi secara visual, tetapi juga menjalin komunikasi dua arah dengan petugas keamanan (security) dan warga setempat. Dialog ini bertujuan untuk menyerap informasi mengenai potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi di sekitar wilayah Lembar, mengingat lokasi ini merupakan jalur lalu lintas yang cukup padat.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Menurutnya, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan informasi dan kesadaran dari warga untuk menjaga keamanan lingkungannya masing-masing.
Inovasi KEMOS 110: Solusi Darurat Berbasis Kecepatan
Selain fokus pada pengamanan fisik, poin utama dalam kegiatan hari ini adalah pengenalan inovasi “KEMOS” atau Kecepatan Melayani SOS. Program ini merupakan terobosan Sat Samapta Polres Lombok Barat yang mengintegrasikan layanan Call Center 110 dengan sistem respons cepat lapangan. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat memahami bahwa bantuan kepolisian kini dapat diakses secara instan dalam keadaan mendesak.
Dalam arahannya, Iptu Eko Nugroho menjelaskan bahwa KEMOS dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan dalam situasi urgent. Masyarakat yang menemui kendala keamanan, kecelakaan, atau ancaman kejahatan hanya perlu menghubungi nomor tunggal 110, dan operator akan segera menginstruksikan unit patroli terdekat untuk menuju lokasi kejadian.
“Kami mensosialisasikan inovasi KEMOS ini agar masyarakat di wilayah Lombok Barat tahu bahwa Polri hadir dalam satu genggaman. Jika ada hal yang bersifat darurat atau urgent, jangan ragu untuk segera menghubungi Call Center 110. Kecepatan personel di lapangan menjadi prioritas kami dalam memberikan perlindungan,” ujar Iptu Eko Nugroho, S.H. saat memantau pelaksanaan patroli di Desa Jembatan Kembar.
Layanan ini merupakan bentuk transformasi Polri menuju institusi yang lebih modern dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Dengan adanya KEMOS, hambatan jarak dan waktu diharapkan bisa diminimalisir sehingga setiap laporan masyarakat mendapatkan penanganan yang presisi.
Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat Jelang Akhir Pekan
Di sela-sela sosialisasi KEMOS, personel Unit Patroli juga memberikan imbauan khusus kepada warga terkait peningkatan kewaspadaan. Iptu Eko Nugroho mengingatkan bahwa pelaku kejahatan seringkali memanfaatkan kelengahan warga di tempat-tempat umum. Oleh karena itu, sinergi antara petugas keamanan internal objek vital dan Polri harus terus diperkuat melalui koordinasi yang berkelanjutan.
“Komunikasi dialogis yang kami bangun hari ini adalah upaya kami memberikan pesan Kamtibmas secara langsung. Kami meminta masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan petugas, tetapi juga menjadi polisi bagi diri sendiri dengan tetap waspada terhadap barang bawaan dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di SPBU Desa Jembatan Kembar dan wilayah sekitarnya terpantau aman, tertib, dan terkendali. Polres Lombok Barat berkomitmen untuk terus melaksanakan patroli serupa secara berkala di berbagai titik rawan di wilayah kabupaten, demi menjamin kenyamanan seluruh lapisan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.












