LOMBOK BARAT – Kawasan jalan Soekarno-Hatta Penas Gerung, tepat di depan Taman Kota Giri Menang, disulap menjadi pusat keramaian yang penuh warna pada Sabtu malam, 25 April 2026. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat sukses menggelar agenda Car Free Nite, sebuah perhelatan yang memadukan pentas seni budaya dengan pemberdayaan ekonomi lokal, yang sekaligus menjadi daya tarik wisata malam bagi warga setempat maupun pelancong.
Sejak pukul 20.00 WITA, masyarakat mulai memadati area bebas kendaraan bermotor tersebut. Suasana hangat menyelimuti Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, seiring dengan dimulainya berbagai pertunjukan hiburan musik jalanan dan pentas seni budaya daerah yang memukau. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan biasa, melainkan representasi dari komitmen pemerintah dalam menyediakan ruang publik yang representatif bagi masyarakat untuk berekreasi dan mengekspresikan kreativitas seni.
Sinergi Seni Budaya dan Pemberdayaan UMKM Lokal
Salah satu aspek yang paling mencolok dalam Car Free Nite kali ini adalah keterlibatan aktif para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai penjuru Lombok Barat. Puluhan lapak dan stan berderet rapi di sepanjang lokasi kegiatan, menawarkan aneka ragam produk mulai dari kuliner tradisional, minuman kekinian, hingga hasil kerajinan tangan khas daerah.
Kehadiran UMKM ini memang menjadi salah satu pilar utama penyelenggaraan acara. Selain memberikan fasilitas hiburan, pemerintah daerah berupaya keras agar pergerakan ekonomi lokal tetap berdenyut kencang. Dengan adanya wadah seperti ini, para perajin dan pedagang kecil mendapatkan kesempatan emas untuk memasarkan produk mereka langsung kepada konsumen dalam volume massa yang besar. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.
Sambil menikmati alunan musik jalanan yang dibawakan oleh seniman-seniman berbakat Lombok Barat, para pengunjung terlihat antusias mencicipi sajian kuliner yang dijajakan. Interaksi antara seniman, pedagang, dan masyarakat menciptakan ekosistem sosial yang harmonis, memperkuat identitas Gerung sebagai pusat aktivitas yang dinamis namun tetap kental dengan nilai-nilai budaya.
Pengamanan Ketat Personel Polsek Gerung
Kesuksesan acara berskala besar tentu tidak lepas dari peran aparat keamanan yang berjaga di lapangan. Guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan kondusif, Polsek Gerung mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar area Taman Kota Giri Menang.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat adalah untuk menjamin rasa aman dan kenyamanan selama acara berlangsung. Pihaknya melakukan pengawasan ketat terhadap titik-titik keramaian guna mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kami memastikan bahwa masyarakat dapat menikmati hiburan seni dan berbelanja di stan UMKM dengan tenang. Personel kami telah ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengatur alur pengunjung serta mengamankan area parkir kendaraan di sekitar jalur bebas kendaraan ini,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran saat dikonfirmasi terkait jalannya pengamanan.
Pengamanan di lapangan dipimpin langsung oleh Perwira Pengawas (Pawas) Ps. Kanit Binmas Aiptu Isa Hariadi bersama Ps. KA SPK III, Aiptu MD Sudarma. Di bawah monitoring ketat dari Kapolsek Gerung, personel kepolisian tidak hanya berjaga secara statis, tetapi juga melakukan patroli dialogis untuk memberikan imbauan kepada pengunjung agar tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan.
Penutupan Acara yang Tertib dan Kondusif
Hingga berakhirnya kegiatan pada pukul 22.00 WITA, situasi di sepanjang jalan Soekarno-Hatta dilaporkan tetap dalam keadaan aman dan lancar. Antusiasme warga yang tinggi tidak menyebabkan terjadinya insiden yang menonjol, berkat koordinasi yang baik antara penyelenggara, pihak keamanan, dan kesadaran masyarakat itu sendiri.
AKP Lale Dewi Lungit Tanauran menambahkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kerja sama masyarakat yang telah mematuhi aturan selama Car Free Nite berlangsung. Menurutnya, kesuksesan pengamanan ini merupakan bentuk sinergi yang nyata antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah daerah yang bersifat positif dan membangun.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga selesai berjalan dengan tertib. Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi dan ruang kreativitas bagi masyarakat seperti ini dengan memberikan jaminan keamanan yang maksimal,” tutup Kapolsek Gerung.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Car Free Nite di Gerung, diharapkan agenda serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain menjadi ajang promosi budaya dan penguatan ekonomi mikro, kegiatan ini terbukti mampu menjadi magnet sosial yang mempererat silaturahmi antarwarga Kabupaten Lombok Barat.












