Penelitian Puslitbang Polri Bahas Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Lombok Timur

Lombok Timur – Dalam rangka mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pengamanan aksi unjuk rasa, Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melaksanakan kegiatan penelitian terkait pengamanan aksi demonstrasi di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Rupatama Polres Lombok Timur pada Rabu (3/6/2026) pukul 12.30 WITA.

Kegiatan penelitian dipimpin oleh Kombes Pol. Saefuddin Mohammad, S.I.K., selaku perwakilan Tim Puslitbang Polri. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data, masukan, serta evaluasi dari berbagai pihak terkait pelaksanaan pengamanan aksi unjuk rasa yang selama ini dilakukan oleh Polri, khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan personel Polres Lombok Timur dari berbagai fungsi, yaitu Sat Samapta (Sabhara), Sat Reskrim, Sat Binmas, dan Sat Intelkam. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh sejumlah instansi dan elemen masyarakat, antara lain Danki 3 Yon B Sat Brimob Polda NTB, Kabakesbangpoldagri Kabupaten Lombok Timur, Kadishub Kabupaten Lombok Timur, Kasatpol PP Kabupaten Lombok Timur, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, akademisi, mahasiswa, perwakilan masyarakat, LSM, serikat buruh/pekerja, serta komunitas ojek online.

Dalam pelaksanaannya, Tim Puslitbang Polri melakukan wawancara dan diskusi dengan para peserta guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan pengamanan aksi unjuk rasa di Kabupaten Lombok Timur. Berbagai masukan dan evaluasi disampaikan oleh para audiens, baik terkait prosedur pengamanan, pola komunikasi antara aparat dan massa aksi, maupun upaya-upaya preventif yang dapat dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Kombes Pol. Saefuddin Mohammad, S.I.K., menyampaikan bahwa hasil penelitian ini akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi Polri dalam meningkatkan profesionalisme serta efektivitas penanganan aksi demonstrasi. Selain itu, masukan dari berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat menjadi referensi dalam menyusun kebijakan yang lebih responsif, humanis, dan sesuai dengan dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan penelitian ini, diharapkan sinergi antara Polri, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus terjalin dengan baik guna mewujudkan pengamanan aksi unjuk rasa yang aman, tertib, dan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *