Berita  

Kawal Tradisi Sasak, Personel Polsek Sekotong Berhasil Amankan Rombongan Nyongkolan dari Praya

Kawal Tradisi Sasak, Personel Polsek Sekotong Berhasil Amankan Rombongan Nyongkolan dari Praya

LOMBOK BARAT – Tradisi budaya Nyongkolan yang menjadi warisan turun-temurun masyarakat Sasak terus dijaga kelestariannya. Namun, di balik kemeriahan iring-iringan adat tersebut, aspek keamanan dan ketertiban menjadi prioritas utama pihak kepolisian guna memastikan kegiatan berjalan khidmat tanpa mengganggu aktivitas publik lainnya.

Pada Senin, 13 April 2026, jajaran Polsek Sekotong, Polres Lombok Barat, melaksanakan pengamanan intensif terhadap kegiatan Nyongkolan yang melibatkan warga dari Desa Mental Tombok, Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Iring-iringan pengantin tersebut menuju kediaman mempelai perempuan di Dusun Montong Bao, Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Komitmen Polsek Sekotong dalam Mengawal Tradisi Adat

Pengamanan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, mengingat tradisi Nyongkolan biasanya melibatkan massa dalam jumlah besar dan menggunakan akses jalan raya utama. Kehadiran personel kepolisian bertujuan untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan serta kemacetan arus lalu lintas.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa pengawalan kegiatan masyarakat adalah bagian dari pelayanan prima kepolisian. Hal ini dilakukan agar tradisi tetap berjalan sakral namun tetap menaati norma ketertiban umum.

“Kami menerjunkan personel, khususnya Bhabinkamtibmas Desa Kedaro, untuk melakukan pengawalan dan pengaturan lalu lintas sejak rombongan memasuki wilayah Sekotong. Fokus utama kami adalah memastikan rombongan adat dapat berjalan dengan lancar tanpa menghambat pengguna jalan lainnya,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat memberikan keterangan terkait pengamanan tersebut.

Pengaturan Lalu Lintas dan Himbauan Kamtibmas

Sejak pukul 17.00 WITA, personel kepolisian sudah bersiaga di titik-titik rawan kemacetan sepanjang jalur menuju Dusun Montong Bao. Selain melakukan pengaturan fisik di lapangan, polisi juga memberikan edukasi secara langsung kepada koordinator lapangan dan peserta Nyongkolan agar tetap menjaga etika selama di jalan raya.

Narasi pengamanan ini mengedepankan pendekatan humanis. Bhabinkamtibmas Desa Kedaro yang bertugas di lapangan secara aktif menyapa warga dan memberikan himbauan agar tidak ada penggunaan atribut yang berlebihan atau tindakan yang dapat memicu gesekan antar kelompok.

Iptu I Ketut Suriarta menambahkan bahwa partisipasi masyarakat dalam menjaga kondusifitas sangatlah krusial. “Kami menghimbau kepada masyarakat yang melakukan kegiatan Nyongkolan agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Kerjasama antara warga dan petugas di lapangan menjadi kunci utama sehingga tidak ditemukan adanya hal-hal menonjol atau gangguan kamtibmas,” lanjutnya.

Evaluasi dan Apresiasi dari Masyarakat

Kegiatan pengamanan berakhir pada pukul 18.00 WITA seiring dengan sampainya rombongan di lokasi tujuan dengan selamat. Berdasarkan laporan di lapangan, situasi terpantau sangat kondusif. Tidak ada insiden kecelakaan lalu lintas maupun konflik horizontal yang kerap menjadi kekhawatiran dalam kerumunan massa yang besar.

Keberhasilan pengamanan ini mendapatkan respon positif dari warga setempat maupun keluarga besar penyelenggara Nyongkolan dari Lombok Tengah. Mereka mengapresiasi kesigapan personel Polsek Sekotong yang bersedia mengawal jalannya prosesi adat hingga tuntas di tengah cuaca sore yang cukup terik.

“Terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif ini adalah harapan kita bersama. Kami memberikan rasa aman dan nyaman tidak hanya kepada masyarakat yang melaksanakan tradisi, tetapi juga kepada pengguna jalan raya secara umum. Setelah dipastikan situasi benar-benar aman, personel kembali ke Mako Polsek Sekotong dalam keadaan lengkap,” tutup Iptu I Ketut Suriarta.

Melalui sinergi yang baik antara pihak kepolisian dan tokoh masyarakat, tradisi Nyongkolan di wilayah hukum Polres Lombok Barat diharapkan dapat terus terlaksana dengan tertib, sekaligus mempererat silaturahmi antarwilayah di Pulau Lombok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *